Main | January 2006 »

December 29, 2005

Cara Menyucikan Hati

                                                                                                                                         
sumber : Aam Amirudin [percikan-iman.com]

Hati itu bagaikan kaca mata. Kalau kita menggunakan kaca mata yang bening, apa yang kita lihat akan tampak apa adanya. Yang putih akan jelas putihnya, yang coklat muda akan jelas warna aslinya. Namun kalau kita menggunakan kaca mata hitam, apa yang kita lihat tidak akan sesuai aslinya. Yang putih akan kelihatan abu muda dan warna coklat muda akan menjadi coklat tua. Demikian juga hati, kalau hati jernih, kita akan melihat realita itu apa adanya, sementara kalau hati kita kotor atau hitam, kita akan melihat realita itu tidak seperti sebenarnya.

Oleh karena itu, mulia tidaknya seseorang tidak dilihat dari tampilan lahiriahnya tapi dari performa batiniah atau hatinya.

ِانَّ اللهَ لاَيَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ (اخرجه مسلم)

“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta-hata kamu tapi melihat hati dan perbuatanmu.” (H.R. Muslim).

Al Qurtubi berkata, “Ini sebuah hadits agung yang mengandung pengertian tidak diperbolehkankannya bersikap terburu-buru dalam menilai baik atau buruknya seseorang hanya karena melihat gambaran lahiriah dari perbuatan taat atau perbuatan menyimpangnya.

Ada kemungkinan di balik pekerjaan saleh yang lahiriah itu, ternyata di hatinya tersimpan sifat atau niat buruk yang menyebabkan perbuatannya tidak sah dan dimurkai Allah swt. Sebaliknya, ada kemungkinan pula seseorang yang terlihat teledor dalam perbuatannya atau bahkan berbuat maksiat, ternyata di hatinya terdapat sifat terpuji yang karenanya Allah swt. memaafkannya.

Sesungguhnya perbuatan-perbuatan lahir itu hanya merupakan tanda-tanda dhanniyyah (yang diperkirakan) bukan qath’iyyah (bukti-bukti yang pasti). Oleh karena itu tidak diperkenankan berlebih-lebihan dalam menyanjung seseorang yang kita saksikan tekun melaksanakan amal saleh, sebagaimana tidak diperbolehkan pula menistakan seorang muslim yang kita pergoki melakukan perbuatan buruk atau maksiat. Demikian Imam Qurtubi menjelaskan dalam tafsirnya.
Rasulullah saw. bersabda dalam riwayat lain,

عَنْ عَلِيِّى بْنِ أَبِى طَالِبٍ رَضِيَى اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا مِنَ الْقُلُوْبِ قَلَّبَ إِلاَّ وَلَهُ سَحَابَةٌ كَسَحَابَةِ الْقَمَرِ، بَيْنَمَا الْقَمَرُ مضئى إِذْ عَلَتْهُ سَحَابَةٌ فَأَظْلَمَ، إِذْ تَجَلَّتْ عَنْهُ فَأَضَاءَ (البخارى ومسلم)

“Ali bin Abi Thalib r.a. menceritakan bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Tiada satu hati pun kecuali memiliki awan seperti awan menutupi bulan. Walaupun bulan bercahaya, tetapi karena hatinya ditutup oleh awan, ia menjadi gelap. Ketika awannya menyingkir, ia pun kembali bersinar.” (H.R.Bukhari dan Muslim)

Hadits ini memberikan ilustrasi yang sangat indah. Hati manusia itu sesungguhnya bersih atau bersinar, namun suka tertutupi oleh awan kemaksitan hingga sinarnya menjadi tidak tampak. Oleh sebab itu, kita harus berusaha menghilangkan awan yang menutupi cahaya hati kita. Bagaimana caranya?

1. Introspeksi diri
Introspeksi diri dalam bahasa arab disebut Muhasabatun Nafsi, artinya mengidentifikasi apa saja penyakit hati kita. Semua orang akan tahu apa sebenarnya penyakit qalbu (hati) yang dideritanya itu.

يـَاأَيُّـهَـا الَّذِيْـنَ ءَامَـنُـوْا اتَّـقُـوْا اللهَ وَلْتَـنْـظُـرْ نَـفْـسٌ مَّاقَـدَّمَتْ لِغَـدٍ وَاتَّــقُـوْا اللهَ. إِنَّ اللهَ خَـبِـيْرٌ بِـمَا تَـعْـمَلُـوْنَ {الحشر

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S.Al-Hasyr 59 : 18)

2. Perbaikan Diri
Perbaikan diri dalam bahasa populer disebut taubat. Ini merupakan tindak lanjut dari introspeksi diri. Ketika melakukan introspeksi diri, kita akan menemukan kekurangan atau kelemahan diri kita. Nah, kekurangan-kekurangan tersebut harus kita perbaiki secara bertahap. Alangkah rugi kalau kita hanya pandai mengidentifikasi kelemahan diri tapi tidak memperbaikinya.

يَـآأَيُّـهَـا الَّذِيْـنَ ءَامَـنُـوْا تُـوْبُـوْا إِلَى اللهِ تَـوْبَـةً نَّـصُـوْحًـا عَسَى رَبُّـكُمْ أَنْ يُّـكَـفِّـرْ عَـنْـكُمْ سَـيِّـئَـاتِـكُـمْ وَيُـدْخِـلَـكُمْ جَـنّـتٍ تَـجْـرِى مِنْ تَـحْـتِهَـا اْلأَنْـهَارِ ....{التحريم }

"Hai orang-orang yang beriman, Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkah kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,..” (Q.S.At-Tahrim 66:8)

3. Tadabbur Al Qur’an
Tadabbur Al Qur’an artinya menelaah isi Al-Qur’an, lalu menghayati dan mengamalkannya. Hati itu bagaikan tanaman yang harus dirawat dan dipupuk. Nah, di antara pupuk hati adalah tadabbur Qur’an. Allah menyebutkan orang-orang yang tidak mau mentadabburi Qur’an sebagai orang yang tertutup hatinya. Artinya, kalau hati kita ingin terbuka dan bersinar, maka tadabburi Qur’an.

أَفَلاَ يَـتَـدَبَّـرُْنَ الْـقُـْرآنَ اَمْ عَلَى قُلـُوبٍ أَقْـفَـالُهَـا {محمد }

“Mengapa mereka tidak tadabbur (memperhatikan) Al-Qur’an, ataukah hati mereka terkunci atau tertutup.” (Q.S.Muhammad 47 : 24)

4. Menjaga Kelangsungan Amal Saleh
Amal saleh adalah setiap ucapan atau perbuatan yang dicintai dan diridoi Allah swt. Apabila kita ingin memiliki hati yang bening, jagalah keberlangsungan amal saleh sekecil apapun amal tersebut. Misalnya, kalau kita suka rawatib, lakukan terus sesibuk apapun, kalau kita biasa pergi ke majelis ta’lim, kerjakan terus walau pekerjaan kita menumpuk. Rasulullah saw bersabda,

… اِعْـمَــلُوْا عَلَى مَاتُــطِـْيقُـوْنَ فَإِنَّ اللهَ لاَيـَـمَلُّ حَتَّى تَـمَـلَّ وَاَنَّ اَحَـبَّ اْلاَعْـمَـالِ اِلىَ اللهِ اَدْوَمُـهَا وَاِنْ قَـلَّ {رواه البخارى}

"…Beramallah semaksimal yang kamu mampu, karena Allah tidak akan bosan sebelum kamu bosan, dan sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang kontinyu (terus-menerus) walaupun sedikit." (H.R. Bukhari)

5. Mengisi Waktu dengan Zikir
Zikir artinya ingat atau mengingat. Dzikrullah artinya selalu mengingat Allah. Ditinjau dari segi bentuknya, ada dua macam zikir. Pertama, zikir Lisan, artinya ingat kepada Allah dengan melafadzkan ucapan-ucapan zikir seperti Subhannallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, Laa Ilaaha illallah, dll. Kedua, Zikir Amali, artinya zikir (ingat) kepada Allah dalam bentuk penerapan ajaran-ajaran Allah swt. dalam kehidupan. Misalnya, jujur dalam bisnis, tekun saat bekerja, dll. Hati akan bening kalau hidup selalu diisi dengan zikir lisan dan amali.

يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا اذْكُرُوْا اللهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا .وَسَبِّحُوْاهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلاً {الاحزاب -

“Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (Q.S.Al-Ahzab 33 : 41-42)

فَاذْكُرُوْنِى أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْالِى وَلاَتَكْفُرُوْنَ {البقرة }

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (Al-Baqarah 2 :152)

6. Bergaul dengan Orang-Orang Saleh
Lingkungan akan mempengaruhi perilaku seseorang. Karena itu, kebeningan hati erat juga kaitannya dengan siapakah yang menjadi sahabat-sahabat kita. Kalau kita bersahabat dengan orang yang jujur, amanah, taat pada perintah Allah, tekun bekerja, semangat dalam belajar, dll., diharapkan kita akan terkondisikan dalam atmosfir (suasana) kebaikan. Sebaliknya, kalau kita bergaul dengan orang pendendam, pembohong, pengkhianat, lalai akan ajaran-ajaran Allah, dll., dikhawatirkan kita pun akan terseret arus kemaksiatan tersebut. Kerena itu, Allah swt.. mengingatkan agar kita bergaul dengan orang-orang saleh seperti dikemukakan dalam ayat berikut.

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَوَاةِ وَالْعَشِيِّى يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهُ. وَلاَتَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيْدُ زِيْنَةَ الْحَيَوةِ الدُّنْيَا وَلاَتُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا {الكهف : }

“Dan bersabarlah dirimu bersama orang-orang yang menyeru Tuhan mereka di waktu pagi dan petang, mereka mengharapkan keridoan-Nya, dan janganlah kamu palingkan kedua matamu dari mereka karena menghendaki perhiasan hidup dunia. Dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya; dan adalah keadaan itu melewati batas.” (Q.S. Al-Kahfi 18 : 28)

7. Berbagi Kasih dengan Fakir, Miskin, dan Yatim
Berbagi cinta dan ceria dengan saudara-saudara kita yang fakir, miskin, dan yatim merupakan cara yang sangat efektif untuk meraih kebeningan hati, sebab dengan bergaul bersama mereka kita akan merasakan penderitaan orang lain. Rasulullah saw. bersabda,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَى اللهُ عَنْهُ : أَنَّ رَجُلاُ شَكَا إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَسْوَةَ قَلْبِهِ فَقَالَ لَهُ: إِنْ أَرَدْتَ تَلْيِيْنَ قَلْبِكَ فَأَطْعِمِ الْمِسْكِيْنَ وَامْسَحْ رَأْسَ الْيَتِيْمِ (رواه احمد)

“Abu Hurairah r.a. bercerita, bahwa seseorang melaporkan kepada Rasulullah saw. tentang kegersangan hati yang dialaminya. Beliau saw. menegaskan, “Bila engkau mau melunakkan (menghidupkan) hatimu, beri makanlah orang-orang miskin dan sayangi anak-anak yatim.” (H.R. Ahmad).

8. Mengingat Mati
Modal utama manusia adalah umur. Umur merupakan bahan bakar untuk mengarungi kehidupan. Kebeningan hati berkaitan erat dengan kesadaran bahwa suatu saat bahan bakar kehidupan kita akan manipis dan akhirnya habis. Kesadaran ini akan menjadi pemacu untuk selalu membersihkan hati dari awan kemaksiatan yang menghalangi cahaya hati. Rasulullah saw. menganjurkan agar sering berziarah supaya hati kita lembut dan bening.

عَنْ اَنَسٍ رَضِيَى اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ فَزُوْرُوْهَا، فَإِنَّهَا تَرِقُّ الْقَلْبَ وَتُدْمِعُ الْعَيْنَ وَتُذَكِّرُ اْلأخِرَةَ (رواه الحاكم)

“Anas r.a. mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Dulu, aku pernah melarang kalian berziarah ke kuburan. Namun sekarang, berziarahlah, karena ia dapat melembutkan hati, mencucurkan air mata, dan mengingatkan akan hari akhirat.” (H.R.Hakim)

9. Menghadiri Majelis Ilmu
Hati itu bagaikan tanaman, ia harus dirawat dan dipupuk. Di antara pupuk hati adalah ilmu. Karena itu, menghadiri majelis ilmu akan menjadi media pensucian hati. Rasulullah saw. menyebutkan bahwa Allah swt. akan menurunkan rahmat, ketenangan dan barakah pada orang-orang yang mau menghadiri majelis ilmu dengan ikhlas.

لاَيَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُوْنَ اللهَ اِلاَّ حَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةِ وَغَشِيَتْهُمً الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ {رواه مسلم }

“Tidak ada kaum yang duduk untuk mengingat Allah, kecuali malakikat akan menghampirinya, meliputinya dengan rahmat dan diturunkan ketenangan kepada mereka, dan Allah akan menyebutnya pada kumpulan (malaikat) yang ada di sisi-Nya.” (H.R. Muslim)

10. Berdo’a kepada Allah swt.
Allah swt. Maha Berkuasa untuk membolak balikan hati seseorang. Karena itu sangat logis kalau kita diperintahkan untuk meminta kepada-Nya dijauhkan dari hati yang busuk dan diberi hati yang hidup dan bening. Menurut Ummu salamah r.a,. do’a yang sering dibaca Rasulullah saat meminta kebeningan hati adalah: Ya Muqallibal quluub, tsabbit qalbii ‘alaa diinika (Wahai yang membolak-balikkan qalbu, tetapkanlah hatiku berpegang pada agama-Mu). Perhatikan riwayat berikut,.

عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ قَالَ : قُلْتُ لأُمِّ سَلَمَةَ، يَاأُمَّ الْمُؤْمِنيْنَ مَاكَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ عِنْدَكِ؟ قَالَتْ: كَانَ أَكْثَرُ دُعَائِهِ يَامُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِيْنِكَ قَالَتْ: قُلْتُ: يَارَسُوْلَ اللهِ، مَاأَكْثَرُ دُعَائِكَ يَامُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِيْنِكَ؟ قَالَ: يَا أُمَّ سَلَمَةَ إِنَّهُ لَيْسَ آدَمِيٌّ إِلاَّ وَقَلْبُهُ بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللهِ. فَمَنْ شَاءَ أَقَامَ وَمَنْ شَاءَ أَزَاغَ (اخرجه احمد)

“Syahr bin Hausyab r.a. mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Ummu Salamah, “Wahai ibu orang-orang yang beriman, do’a apa yang selalu diucapkan Rasulullah saw. saat berada di sampingmu?” Ia menjawab: “Do’a yang banyak diucapkannya ialah, ‘Ya Muqallibal quluub, tsabbit qalbii ‘alaa diinika (Wahai yang membolak-balikkan qalbu, tetapkanlah qalbuku pada agama-Mu).” ” Ummu Salamah melanjutkan, “Aku pernah bertanya juga, “Wahai Rasulullah, alangkah seringnya engkau membaca do’a: “Ya Muqallibal quluub, tsabbit qalbii ‘alaa diinika.” Beliau menjawab: “Wahai Ummu Salamah, tidak ada seorang manusia pun kecuali qalbunya berada antara dua jari Tuhan Yang Maha Rahman. Maka siapa saja yang Dia kehendaki, Dia luruskan, dan siapa yang Dia kehendaki, Dia biarkan dalam kesesatan.” (H.R.Ahmad dan Tirmidzi. Menurutnya hadits ini hasan)

Selain do’a di atas, Ibnu Abbas r.a. menceritakan bahwa ketika menginap di rumah Rasulullah saw., ia pernah mendengar beliau mengucapkan do’a berikut,

اَللّهُمَّ اجْعَلْ فِى قَلْبِى نُوْرًا وَفِى لِسَانِى نُوْرًا وَاجْعَلْ فِى سَمْعِى نُوْرَا وَاجْعَلْ فِى بَصَرِى نُوْرًا وَاجْعَلْ مِنْ خَلْفِى نُوْرًا وَمِنْ تَحْتِى نُوْرًا اَللّهُمَّ أَعْطِنِى نُوْرًا (رواه مسلم)

“Ya Allah, jadikanlah di dalam hatiku cahaya, di lidahku cahaya, di pendengaranku cahaya, di penglihatanku cahaya. Jadikan di belakangku cahaya, di hadapanku cahaya, dari atasku cahaya, dan dari bawahku cahaya. Ya Allah berikan kepadaku cahaya.” (H.R.Muslim)

Kesimpulannya, hati merupakan panglima untuk seluruh anggota jasad kita. Kalau hati bening, kelakuan kita pun akan beres. Tapi kalau hati kita busuk, seluruh amaliah pun busuk. Ada sepuluh cara agar kita memiliki hati yang suci, yaitu; Introspeksi diri, perbaikan diri, tadabbur Qur’an, menjaga kelangsungan amal saleh, mengisi waktu dengan zikir, bergaul dengan orang-orang saleh, berbagi kasih dengan fakir miskin dan anak yatim, mengingat mati, menghadiri majelis ta’lim, dan berdo’a kepada Allah swt. Mudah-mudahan Allah swt. selalu memberi kepada kita hati yang bening. Amiin . Wallahu A’lam


(ide)

???

Kayaknya yang satu ini aku gak bisa ngerjain deh. Masya Allah, terlalu berat sepertinya. Kalo DF ke akhawat insya Allah,memang lagi belajar. Tapi kalo ke ikhwan? tampak tidak mungkin. Aku masih berpendapat bahwa batasan syar'iy membuat kita hanya bisa berDF ke sesama akhawat. Lagian akhawat juga kan masih banyak yang harus diDFin. Ya Allah....

Kumaha ieu?

December 28, 2005

Lempar Batu Di mana-mana

Ini kata-kata yang inspiring banget
Pengucap kata-kata iniada adalah orang yang bikin aku malu setengah mati
(kayaknya sih beliau gak tau aku malu pisan)
Pasalnya beliau adalah seorang "master" dalam bidah MLM eh da'wah fardiyah. Diriku yang masih pemula ini berani-beraninya mengajak beliau untuk berdawah fardiyah. Kata Ika sih, istilahnya ngadalin buaya. Hahaha....

Sudahlah, kembali ke jalan yang benar.
Lempar batu di mana-mana ini adalah filosofi dalam berdawah fardiyah.
Maksudnya, deketin aja semua orang yang ada di sekitar kita. Berpikir positiflah bahwa mereka semua punya potensi kebaikan untuk kita ajak. Perkara nanti dia menerima dawah kita urusan belakangan. Yang penting kita menabung simpati pada tiap orang yang ada di sekeliling kita.

Inilah yang tidak aku dapatkan ketika ikut DDF (daurah dawah Fardiyah)
Di sana aku dapat segudang teori dan taknik-teknik mutakhir dalam dawah fardiyah
Tapi... prinsip ini baru aku dapatkan beberapa waktu yang lalu

Sekarang lagi semangat untuk melempar batu ke mana-mana
Siapa tau ada yang mau ngambil tu batu
Aku kan dapet pahala

Yang pasti dawah fardiyah ini jauh lebih berat dari dawah-dawah struktural.
Dia menuntut tingkat imunitas yang tinggi, karena kita bisa jadi melempar batu dirawa-rawa berduri atau bahkan di pinggir jurang sekalipun. Bisa juga di daerah-daerah dengan "wabah penyakit menular".

Dawah fardiyah juga merupakan ujian praktek dari nilai-nilai islam yang sudah terintarnalisasi dalam diri kita. Ujian ini terjadi manakala kita dihadapkan pada usaha untuk nahyi munkar. Nahyi munkar itu hanya kan berhasil bila nilai-nilai yang akan kita cegah memang telah terinternalisasi dalam diri kita. Begitu juga untuk amar ma'ruf. Mengajak pada kebaikan hanya akan sukses bila nilai-nilai kebaikan itu telah terinternalisasi dalam diri kita.

Subhanallah...
Semoga Allah mengaruniakan kecerdasan dalam bidang yang satu ini

Luar biasa, makin besar pahala suatu amal, makin sulit tingkatan amal  tersebut

Pahala dawah fardiyah inilebih baik dari unta merah dan dunia seisinya



Konspirasi

Tadi pagi, berencana melakukan suatu konspirasi sama seseorang
hihihi...
apa?
rahasia dunks!
gak seru ah kalo ketauan, bukan konspirasi lagi namanya
doakan aja, konspirasi yang baik ini lancar dan sukses...
:)

Untuk Empat Bidadari

Untuk bidadariku yang pertama:
Terima kasih bunda
Kau lah yang memperkenalkanku dengan "dunia" ini
Bunda, aku masih ingat lelehan embun di matamu pada suatu saat..
ketika kau mendapati anak-anakmu berada dalam keadaan yang buruk
Tersisip seulas doa dari bibirmu
Masih kurasakan hangatnya pelukanmu yang erat
Jabatan tanganmu yang tulus
Kecupan yang  penuh sayang
dan segudang ilmu yang kau berikan
Walaupun kini kita punya jalan yang berbeda
Bunda... aku mencintaimu karna 4JJI
semoga Dia mengizinkan kita bertemu di surgaNya kelak

Untuk bidadariku yang kedua:
Kau memang tiada duanya
Bunda...
Kesabaranmu, keteguhanmu, Kesetiaanmu, semangatmu...
Sikap inilah yang membuatku yakin akan jalan yang kupilih
Kau yang memahamkanku akan konsep-konsep langit yang telah kau bumikan dalam keseharianmu
Bunda...
kadang aku malu...
Perhatianmu tak pernah luntur walau kini
Kau bukan "bundaku" lagi
Kau adalah bunda bagiku selamanya...

untuk bidadariku yang ketiga:
Bundaku yang satu ini terkenal dengan manajemen waktunya yang luar biasa
Terima kasih bunda
Aku sangat sadar sebenarnya kau tak pantas menjadi orang yang kau bina
Namun kau begitu tulusnya menerimaku diantara binaan-binaanmu yang begitu hebat
Bunda...
Kaulah yang telah memahamkanku arti insniyah
Kau yang telah mengembalikanku menjadi manusia biasa yang luar biasa
Bunda...
Terima kasih atas kepercayaanmu
Aku tumbuh berkembang 
Kelak aku ingin menjadi orang yang leblih baik darimu seperti harapanmu...

Untuk bidadariku yang keempat:
Bunda...
Keempat bukan berarti kau tak berarti bagiku
Kaulah bagian terpenting dalam hidupku
karena kau adalah Ibuku...
Bidadari yang melindungiku sepanjang hidupku
Tiada kata-kata untukmu, karena kau adalah segalanya...
Semoga Allah 4JJI merahmatimu
Aku mencintaimu karenaNya





December 27, 2005

Lisan

Bismillahirrahmanirrahiim...

Segala puji bagi Allah yang selalu punya cara untuk memberi pelajaran kepada makhlukNya.

Hari beberapa hari terakhir ini aku mengurangi frekuensi bicara. Pasalnya sakit panas jadi biang bibir pecah-pecah. Akibatnya untuk mengungkapakan isi hati perlu pertimbangan yang matang dan kalkulasi yang tepat. Kalo jumlah kata terlalu banyak,  bisa-bisa bibir berdarah (hiperbola banget...)

Subhanallah, ternyata ada hikmahnya juga sakit panas dalam. Bisa jadi karena selama ini suka ngomong gak penting, Allah memberikan penyakit ini. Allah pengen aku menghilangkan kebiasaan ngomong gak penting.

Kebetulan juga (sebenarnya di dunia initidak ada kebetulan) taujih pagi di acara tahfizh temanya tentang menjaga lisan. Ustadz Herman bercerita tentang kisah khalifah Harun Al Rasyid.

Kala itu khalifah ingin menguji kecerdasan qadhi-nya. Dia meminta kepada sang qadhi untuk menghidangkan  masakan terlezat.

Sang qadhi kemudian menghidangkan senuah masakan yang begitu menggiurkan dan mengundang selera. Dari kejauhan telah tercium aromanya yang menggugah. Dari dekat, penampilan masakan ini begitu enak dipandang. Di lidah, masakan ini memang luar biasa lezatnya. Khalifah puas dengan pekerjaan sang qadhi. khalifah lantas bertanya dari bahan apa makanan ini dibuat. dari lidah kambing, jawab sang qadhi. Akan tetapi pengujian khalifah tak cukup sampai di sini.

Khalifah meminta sang qadhi untuk menyediakan masakan lagi, tapi bukan yang paling enak, melainkan masakan yang paling tidak enak. Semalaman sang qadhi memutar otak. Akhirnya dia menemukan masakan apa yang paling tidak enak dimuka bumi ini. keesokan harinya masakan tesebut siap dihidangkan. Dari kejauhan, tercium baunya yang menjijikan, dari dekat penampilan super duper bikin muntah. Menghadapi masakan seperti ini khalifah sudah yakin betul masakan ini tidak enak walaupun belum mencicipi. Akan tetapi apa kata sang qadhi? Khalifah tidak boleh curang, masakan yang ini harus dicicipi juga seperti halnya masakan pertama. Sebagai khalifah yang adil, Harun Al Rasyid akhirnya mencicipi masakan ini. Terbukti bahwa masakan ini memang luar biasa tidak enak. Lantas khalifah bertanya lagi, dari bahan apa masakan ini dibuat? ternyata masakan ini dibuat dari lidah kambing juga.

Khalifah keheranan, kok bisa dari bahan yang sama hasilnya bertolak belakang? Ternyata qadhi ini memang sangat cerdas dan bijak. Kedua masakan tersebut merupakan sebuah perumpamaan dari lisan manusia. Lisan bisa mengantarkan manusia pada kebaikan, bisa juga mengantarkan manusia pada keburukan. Dengan lisan seseorang bisamsuk surga, dengan lisan juga seseorang bisa masuk neraka. Oleh karena itu, Rasul memerintahkan untuk menjaga apa yang ada diantara dua bibir kita.

Dalam sebuah riwayat, Rasul pernah bersabda tentang seorang wanita ahli ibadah. Pada shahabat mengira wanita ahli ibadah itu adalah ahli surga, padahal sebenarnya dia adalah ahli neraka akibat tidak bisa menjaga lisannya dari kebiasaan menyakiti tetangganya.

Seorang muslim adalah manusia yang saudaranya selamat dari kejahatan tangan dan lisannya.

27 desember 2005

December 26, 2005

Tentang klaim itu

Alhamdulilah... masalah masa lalu saudaraku yang satu itu sudah selesai... (menurut seseorang yang membantu penyelesaian masalah beliau)

Akan tetapi... tetap saja masa lalu itu menyisakan dedak-dedak yang pahit pada orang yang telah ia sakiti (walaupun dulu, ketika dia masih "bajingan"- astaghfirullah- mereka anggap itu menyenangkan)

Tiap orang memang punya karakter berbeda. Dia begitu mudah melupakan masa lalunya dan secepat kilat membangun kehidupan baru. Memori tentang masa lalunya itu benar-benar telah terhapus dalam ingatannya. Berbeda dengan temannya yang menjadi objek penderita, dia benar-benar tak bisa melupakan itu semua. Dia membutuhkan usaha yang extra keras untuk melupakan itu semua. Menghindari tempat-tempat tertentu, tidak berkomunikasi dengan orang-orang tertentu, dan seterusnya. Dunia seolah begitu sempit baginya.

Mungkin ini pelajaran...
Agar kita jangan mengikuti langkah-langah syaithon.

jangan

jangan memperberat dawah ini dengan dosa-dosa kita
                                                                           -bundaku yang tercinta-

Dia ingin aku kembali

Setelah berbulan-bulan hubungan kita hambar...
Tapi gak pernah ada kata putus atau nyambung

Sepertinya kini ada yang ingin aku kembali
Dia ingin aku kembali menghangatkan hubungan yang sudah lama mendingin

Ada saja cara yang dibuatNya untuk mengajakku berdekat-dekat dengan Dia...
Cara-cara yang dibuatNya selalu mengejutkan dan tidak kusadari
StrategiNya sangat cantik... :)

Aku sendiri tidak bisa menggambarkan detail jalan cerita bagaimana Dia memanggilku untuk kembali... karena semuaNya berjalan begitu alami tanpa dan tanpa cacat.  Tidak seperti kita yang suka membuat rekayasa, tapi akhirnya gagal karena rekayasanya begitu terbaca sebagai sebuah makar.

Seperti air yang mengalir...
Jika terhalang oleh sesuatu, air itu akan mencari jalan yang lain. Dia terus mengalir, tanpa peduli apa yang ada di depannya.

Dia sudah mangajakku kembali dengan tantangan-tantangan kecil yang Ia buat untukku. Tapi aku tak menghiraukannya. Kadang aku lebih terlalu percaya diri hingga tak yakin akan pertolonganNya. Astaghfirullah...

Tak berhasil dengan cara itu, Dia kembali mengajakku dengan cara yang lebih cerdik. Dia memberikanku sesuatu. Dia memberi nasihat melalui orang-orang yang membuatku takluk di hadapannya. Luluh dengan nasihat-nasihatnya yang penuh ketulusan. Mereka bukan orang-orang yang hebat. Mereka juga bukan orang yang lebih berilmu. Mereka adalah orang-orang yang meminta bimbingan dariku agar bisa memperbaiki hubungan denganNya.

Cara ini hampir berhasil, tapi aku masih belum sepenuhnya sadar bahwa Dia tengah memanggilku untuk kembali membangun hubungan kita yang telah rapuh. Dia masih cemburu dengan pengkhianatan-pengkhiatan kecilku. Dia ternyata punya cara yang lebih cerdik dengan membangun kegalauan-kegalauan di hatiku. Kegalauan yang hanya bisa diusir dengan pertemuan denganNya, dengan meminta bantuanNya, mengharapkan keajaiban terjadi dengan kekuatan tanganNya.

Akhirnya Dia sukses menyadarkanku. Kini aku benar-benar rindu padaNya... walaupun terlambat. Akan tetapi aku yakin tidak ada kata terlambat untuk kembali kepadaNya.

Aku rindu bertemu dengan orang-orang yang mencintaiNya. Aku sadar, sebaik-baik teman adalah teman yang memebuatku makin dekat denganNya. Memang teman-temanku itu tidak banyak membantuku dalam hal-hal yang kini kubutuhkan. Hal-hal manusiawi yang selama ini aku lewatkan. Tawa canda, dukungan, sapaan yang tulus, kebaikan-kebaikan manusiawi lain yang kadang terlupakan akibat kesibukan yang amat sangat. Ya... aku baru sadar bahwa aku adalah manusia biasa yang membutuhkan hal-hal sedemikian rupa... Mungkin aku terlalu sering memperlakukan teman-temanku seperti robot... hingga mereka melakukan hal yang sama padaku.

Kini saatnya aku kembali, aku memang harus kembali...

Kembali menjalankan peran-peranku, lebih baik dari yang dulu
Lebih dewasa...
Menjadi seperti  yang Engkau minta
Walaupun...
aku tau ku takkan bisa...

December 11, 2005

Masa Lalu

Tiap manusia pasti punya masa lalu

Seorang Umar bin Khaththab punya masa lalu yang buruk. Dia selalu menangis ketika mengingat masa lalunya itu. Tentu saja... dia membunuh anak perempuannya sendiri. Dengan tangannya sendiri. Dia meninggalkan anak yang masih lucu-lucunya itu di dalam sebuah sumur. Sementara, ketika dia pergi meninggalkannya, sang anak berteriak memanggil-manggil dirinya.

Seorang Hindun Binti Utbah punya masa lalu yang lebih menyakitkan. Dialah dalang pembunuhan terhadap Singa Padang Pasir Hamzah bin Abdul Muthalib. Masa lalu ini yang membuat Rasul selalu berpaling apabila berpapasan dengan wanita ini.

Seorang Mushab Bin Umair punya masa lalu yang gemilang dalam keduniaan. Tampan, kaya, cerdas, idola, dan seterusnya. Setelah mengenal Islam, ,lenyaplah masa lalu itu. Hidupnya zuhud. Sampai saat syahid menjemputnya, hanya selembar kain burdah yang menutupi jasadnya.

Kita juga punya masa lalu...

Salah seorang "saudaraku" punya masa lalu. Seseorang mengklaim dia telah melakukan sebuah perbuatan maksiat  dilakukannya. Kalau memang ini benar kuharap dia tidak berlari dari  kenyataan hari ini yang merupakan imbas dari masa lalunya tersebut. Akan tetapi aku lebih berharap, bahwa klaim tentang dirinya bukanlah sebuah kebenaran. Semoga itu fitnah belaka...

When U Feel Blue

Smile
Think Fresh
Get Ready to Fight again !!!

                                                        -arief w.saksono Ms00-

perjuangan

(jangan pernah merasa bersedih dengan perjuangan (da'wah) yang kita lakukan, jika kita ikhlas)

Karena perjuangan kita adalah langkah-langkah kecil menuju surganya

                                                                                                                                          -  Sigit F el 01-

[mungkin kata-katanya tidak sama persis, tapi isinya kurang lebih seperti itu]

kesuksesan

kesuksesan adalah bertemunya kesempatan dan persiapan.
                                                                               Teguh ft 98 -ex ketua kongres KM ITB

kesuksesan adalah keberhasilan mencapai misi hidup.
                                                                                                   
Rama Royani ft XX

December 09, 2005

Test

kata mas faizal underscore di alamat url sudah bukan  masalah lagi. dia bukan lagi penyebab blog kita jadi error dan gak mau dibuka

My Photo
Powered by Friendster Blogs

May 2007

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31